Usai Diserang Netizen, Pemkot Jambi akan Cabut Laporan terhadap Siswi SMP, Syarifah

  • Bagikan
X


GELORA.NEWS –  Pernyataan dukungan atas perjuangan Syarifah Fadiyah Alkaff melawan perusahaan China dan Pemerintah Kota Jambi yang diunggah oleh akun Twitter @PartaiSocmed beberapa hari lalu telah mengundang perhatian publik. Dalam pernyataannya, @PartaiSocmed menyatakan komitmennya untuk mendukung Syarifah dalam perjuangannya.

“Setelah kami pertimbangkan baik-baik, akhirnya kami putuskan untuk mendukung perjuangan Adik Syarifah Fadiyah Alkaff, siswi SMP yang heroik melawan perusahaan China dan Pemkot Jambi sampai-sampai dituduh sebagai PELACUR,” tulis @PartaiSocmed, Minggu 4 Juni 2023.

Lebih lanjut, akun @PartaiSocmed menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan Syarifah sendirian.


“Kami tidak akan membiarkan anak sekecil ini berjuang sendiri! Bagaimana dengan kalian?” tegas @PartaiSocmed.

Video berdurasi 2 menit 20 detik yang diunggah oleh @PartaiSocmed, yang menampilkan perlawanan Syarifah terhadap tindakan sewenang-wenang Pemerintah Kota Jambi dan perusahaan China pun viral dan menarik perhatian nitizen, termasuk Menteri Hukum dan HAM, Prof. Mahfud MD.

Dalam video tersebut, Syarifah menyebutkan nama-nama pejabat penting di pemerintahan Jambi dan instansi terkait yang terlibat dalam kasusnya.

Dalam keterangannya, Syarifah mengatakan telah dilaporkan oleh Kabag Hukum Pemerintah Kota Jambi, Muhamad Gempa Awljon Putra, dan Humas Kota Jambi karena telah mengkritik Pemerintah Kota Jambi dan Walikota Jambi.

“Saya dilaporkan oleh Kabag Hukum Pemerintah Kota Jambi, Muhamad Gempa Awljon Putra, SH, MH, dan Dinas Humas Kota Jambi,” kata Syarifah

Syarifah juga mengungkapkan bahwa dia menerima banyak tuduhan karena mengktitik Pemerintah Kota Jambi dan Walikota Jambi dalam videonya.

“Untuk video saya yang menilai Pemerintah Kota Jambi dan Walikota Syarif Pasha, saya dijerat Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 27 ayat 3.” ujarnya. 

Respon Pemkot Jambi


Usia di viralkan oleh nitizen, Pemkot Jambi langsung memberikan respon terkait permasalahan terlapornya anak SMP, Syarifah Fadiyah Alkaff ke pihak Kepolisian.

Namun, orang nomor satu di kota Jambi tersebut tidak hadir dalam konferensi pers yang di lakukan pada Senin (5/6/23). Pihak Pemkot Jambi hanya di wakili oleh Sekda kota Jambi A Ridwan dan Kabag hukum Kota Jambi, Muhamad Gempa Awljon Putra.

Kabag Hukum Kota Jambi, Muhamad Gempa Awljon Putra dalam keterangannya menyebutkan, laporan yang dilayangkannya bukan melaporkan secara pribadi melainkan akun media sosial Tiktoknya Syarifah Fadiyah Alkaff.

“Yang kita laporkan bukan secara pribadi, tapi akun tiktoknya, kita tidak tahu kalau namanya Syarifah, selain itu dalam video yang di upload Syarifah menyebutkan Walikota itu adalah kerajaan Fir’aun dan pegawainya iblis semua, kata-kata itulah yang kita laporkan,” dalihnya.

Kabag Hukum Mengaku Tidak Tahu Pemegang Akun Adalah Pelajar SMP

Dia menambahkan. Bahwa pihaknya tidak tahu bahwa pemegang akun tiktok yang di laporkan masih berstatus pelajar SMP. Dia baru mengetahui setelah adanya pemeriksaan dari penyidik Polda Jambi.

“Berdasarkan penyidikan Polda Jambi, ternyata yang bersangkutan masih SMP. Itu di luar dugaan kita,” kata Gempa Awljon, dikutip dari MetroJambi, Senin, 5 Mei 2023.

Muhamad Gempa Awljon menyebutkan bahwa yang bersangkutan juga telah menyampaikan permohonan maaf. Dengan demikian perkara ini akan di serahkan ke pihak Polda Jambi.

“Kita sudah memaafkan perbutannya, akan tetapi proses hukum akan di serahkan sepenuhnya ke polda Jambi,” paparnya.

Ditanya apakah pihak Pemkot kota Jambi akan mencabut laporan di Ditreskrimsus Polda Jambi. Gempa menegaskan pada awal laporan itu di buat ia telah memberikan jika ada permintaan maaf kasus ini tidak akan berlanjut.

“Dari awal laporan kita sudah sampaikaan tidak ada niat untuk memenjarakan, ketika ada permintaan maaf maka kasus ini tidak akan berlanjut,” ucapnya.

Dalam kesempatan terakhir, Muhamad Gempa Awljon Putra juga mengaku bila keterangan resmi yang ia lakukan tidak ada hubungannya dengan cuitan yang viral dibeberapa media sosial dan mendapat tanggapan Menkumham, Mahfud MD yang berencana menerjunkan timnya ke Jambi untuk mendampingi Syarifah Fadiyah Alkaff untuk memperjuangkan keadilan neneknya atas kesewenang-wenangan yang dilakukan perusahaan China dan juga Pemkot Jambi.

Sumber: uwrite

  • Bagikan